🎇 Makalah Tentang Konflik Sosial Masyarakat Pertanian

Tujuankami makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kepada pembaca tentang ”ISB ( Ilmu Sosial Budaya Dasar)” serta untuk menyelesaikan tugas. Ucapan terima kasih atas selesainya tugas ini dan semoga bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca. 22 Pertanian Berkelanjutan berbasis keluarga petani. Pertanian berkelanjutan ialah suatu cara bertani yang mengintegrasikan secara komprehensif aspek lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat pertanian. Suatu mekanisme bertani yang dapat memenuhi kriteria (1) keuntungan ekonomi; (2) keuntungan sosial bagi keluarga tani dan masyarakat; dan (3 Search Makalah Tentang Covid 19 Terhadap Pendidikan. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap masyarakat hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya diseluruh dunia dan mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan ID, JAKARTA--Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2020 ini, Dalamkehidupan masyarakat konflik seringkali dimaknai sebagai suatu hubungan sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) terdapat ketegangan atau ketidaksesuaian di antara Subkebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis. c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama. C Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Pendidikan. Dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 yaitu tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Selanjutnya, peran dari keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yang diharapkan Konflikberasal dari kata kerja latin configure, yang berarti saling memukul, yang dimaksud dengan konflik sosial adalah salah satu bentuk interaksi sosial antara satu pihak dengan 2 1 MAKALAH INSTITUSI SOSIAL A. Pengertian Institusi Sosial Secara etimologi, istilah institusi sosial berasal dari bahasa Inggris yaitu “social institution”. Belum ada kesepakatam mengenai istilah indonesia yang tepat untuk menterjemahkan istilah social institution. Soerjono Soekanto menyebut istilah institusi sosial dengan lembaga sosial Makalahini dibuat bertujuan untuk : 1) Menjelaskan pengertian konflik sosial 2) Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab konflik sosial 3) Menganalisis dampak yang muncul . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh dunia internasional, Indonesia dikenal dengan negara agraris karena memiliki potensi sumber daya pertanian berupa lahan yang luas dan komoditas yang beragam serta melimpah. Selain itu juga sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja pada bidang pertanian. Namun itu dahulu, sekarang sudah mengalami perubahan, masyarakat satu persatu mulai meninggalkan dunia pertanian dan beralih ke sektor industri dan perkantoran. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan yang sudah tidak sama lagi, banyak lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi perumahan atau perkantoran. Selain itu profesi petani juga masih dipandang sebelah mata karena dianggap tidak menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan yang makin meningkat setiap harinya. Kemudian kurangnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian membuat pertanian Indonesia semakin menua, artinya sebagian besar petani adalah masyarakat yang sudah beranjak tua. Hal ini lah yang disebut sebagai perubahan sosial dalam masyarakat terutama di bidang sosial sendiri merupakan suatu pergeseran atau perkembangan dalam struktur sosial masyarakat yang terdiri dari perubahan maju atau mundur. Perubahan maju adalah perkembangan keadaan yang memberikan dampak yang baik serta kemajuan dalam masyarakat. Sedangkan perubahan mundur merupakan pergeseran keadaan yang memberikan pengaruh buruk bagi masyarakat. Penyebab dari perubahan sosial ini karena faktor internal yaitu jumlah penduduk yang bertambah atau berkurang, adanya penemuan baru, serta terjadinya konflik dalam masyarakat. Selain itu juga ada faktor eskternal karena pengaruh lingkungan sekitar, kebudayaan lain, hingga ini teknologi semakin berkembang dengan cepat hingga dapat merubah hidup masyarakat, tidak terkecuali pada dunia pertanian. Dalam sektor pertanian dapat kita lihat berbagai perubahan sosial yang terjadi. Yang paling sering kita temui adalah mulai banyak digunakannya alat dan mesin pertanian seperti traktor, alat pemanen hasil pertanian, hingga alat pengolahan pasca panen. Jika kita lihat dari keefisiensiannya tentu alsintan ini sangat efisien karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Namun, jika kita lihat dari sisi sosial maka memberikan dampak buruk karena jika sebelumnya untuk memanen padi misalnya, pasti para pengelola lahan akan mempekerjakan petani musiman. Banyak masyarakat yang bekerja sebagai petani musiman yang biasanya dipekerjakan ketika musim tanam atau musim panen, dan hal ini sangat biasa terjadi sejak dahulu. Dengan adanya teknologi berupa alsintan ini maka banyak petani musiman yang kehilangan pekerjaannya. Dahulu kegiatan pertanian selalu dilakukan di kebun atau sawah yang memiliki lahan luas. Kini lahan yang ada semakin sempit dan susah untuk melakukan budidaya. Namun, seiring berkembangnya zaman sekarang kita bisa melakukan budidaya walaupun hanya menggunakan lahan sempit. Saat ini sudah sangat terkenal yaitu budidaya menggunakan hidroponik atau teknik menanam tanpa menggunakan tanah dan berfokus pada pemberian air serta pemenuhan nutrisi yang diperlukan tanaman. Kegiatan budidaya hidroponik ini mudah untuk dilakukan, dapat diterapkan di pekarangan rumah yang sempit, serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama ketika masa pandemi covid-19 yang memaksa kita untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Untuk mengisi waktu luang bisa dengan berbudidaya tanaman sayur bersama keluarga dengan menggunakan hidroponik di rumah masing-masing. Tentunya sayuran yang kita tanam sendiri pasti jauh lebih sehat dan higienis. Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga, hasil panen tersebut dapat dijual untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Baru-baru ini perkembangan sektor pertanian tidak lagi hanya seputar alsintan serta teknologi budidaya tanpa tanah. Sekarang pada era revolusi industri ada yang namanya smart farming atau pertanian pintar yang merupakan kegiatan pengelolaan pertanian dengan menggunakan alsintan dan penerapan teknologi digital dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara berkelanjutan. Secara mudah nya ini merupakan kegiatan pertanian yang mulai dari pemantauan keadaan unsur hara tanah, pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman seperti penyiraman dan pemupukan, dan lain sebagainya menggunakan internet. Jadi para petani lebih mudah untuk mengawasi serta memberikan penanganan pada tanamannya. Perubahan yang sangat besar ini belum banyak dilakukan oleh petani Indonesia karena kurangnya pengetahuan serta memerlukan dana yang besar, biasanya baru dilakukan oleh perusahaan. Dengan adanya smart farming ini petani menjadi bisa bekerja lebih efisien karena semua data terkait tanaman dapat diakses menggunakan internet. Hal ini membuat perubahan sosial pada masyarakat dimana sebelumnya pada suatu lahan bisa mempekerjakan 10 orang atau lebih, namun dengan adanya teknologi ini satu lahan cukup dipantau oleh 2-3 orang saja. Semakin banyak masyarakat yang terancam kehilangan contoh perubahan di sektor pertanian tersebut merupakan perubahan sosial yang memberikan dampak besar bagi masyarakat. Setiap perubahan dan perkembangan yang ada pasti memberikan dampak baik dan buruk tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Dampak baik yang ditimbulkan dari berkembangnya teknologi biasanya terkait dengan kegiatan pertanian yang menjadi jauh lebih mudah, efisien, dan modern. Namun disisi lain ada dampak buruk yang mengintai yaitu akan semakin renggangnya interaksi antar masyarakat, serta banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena tergantikan oleh mesin. Untuk mengatasi hal ini kita harus dapat senantiasa mengikuti perkembangan teknologi yang ada, namun tetap tidak boleh melupakan atau mentiadakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya Uploaded byOppie Raditya 50% found this document useful 14 votes15K views3 pagesDescriptionmakalah konflik sosial dalam masyarakatOriginal Titlemakalah Konflik Sosial Dalam Masyarakat Copyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document50% found this document useful 14 votes15K views3 pagesMakalah Konflik Sosial Dalam MasyarakatOriginal Titlemakalah Konflik Sosial Dalam Masyarakat Uploaded byOppie Raditya Descriptionmakalah konflik sosial dalam masyarakatFull description Orang Madura, sebagaimana suku bangsa Indonesia lainnya, dapat ditemukan di berbagai wilayah tanah air. Jiwa merantau dan desakan ekonomilah yang mengakibatkan orang Madura terdapat di berbagai wilayah tanah air. Tidak terlalu banyak suku bangsa Indonesia yang memiliki jiwa merantau. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free MAKALAHSTUDI MASYARAKAT MADURADiajukan unuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Masyarakat IndonesiaDosen Pengampu Bagja Waluya, oleh Duha Khasanah Astari 1801917Fikri Fauzan Mahendra Alam 1807940Shafa Anitasyah 1804043PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGIFAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIALUNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA2019 KATA PENGANTARPuji syukur penyusun panjatkan kepada Allah atas berkat dan rahmat-Nyasehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “StudiKemasyarakatan Madura”. Makalah ini berisi tentang pemahaman materi terkaitkarakteristik masyarakat Madura dan perbandingan masyarakat Madura dengan Jawayang merupakan serumpun tapi nyatanya penyusunan makalah ini, penyusun menjumpai hambatan, namun berkatdukungan dari berbagai pihak, akhirnya penyusun dapat menyelesaikannya dengancukup baik. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penyusun inginmengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pihak-pihak yang telahmembantu di dalam proses penulisan makalah hasil observasi ini antara lain 1. Bagja Waluya, selaku Dosen Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia2. Orang tua, dan teman-teman Pendidikan Sosiologi 20183. Pihak-pihak yang telah membantu penyusun yang tidak bisa disebutkan segala kebaikan dan keikhlasan dari pihak-pihak tersebut yang telahmemberikan dukungan bagik secara moril dan materil mendapatkan balasan dariAllah SWT. Penyusun berharap semoga makalah ini memberikan manfaat yang besarbagi kita semua yang membutuhkan. Bandung, 23 Oktober 2019Penyusun DAFTAR ISIKATA PENGANTAR...................................................................................................iDAFTAR ISI................................................................................................................iiBAB I............................................................................................................................4PENDAHULUAN........................................................................................................ Latar Belakang.............................................................................................. Rumusan Masalah........................................................................................ Tujuan Penelitian.......................................................................................... Manfaat Penelitian........................................................................................6BAB II...........................................................................................................................7PEMBAHASAN........................................................................................................... Karakteristik dasar Masyarakat Madura.................................................. Sistem Sosial Masyarakat Madura............................................................ Sistem Ekonomi Masyarakat Madura...................................................... Sistem Kekerabatan Masyarakat Madura...............................................15BAB III.......................................................................................................................17PENUTUP.................................................................................................................. Simpulan...................................................................................................... Saran............................................................................................................17DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................18 BAB Latar BelakangOrang Madura, sebagaimana suku bangsa Indonesia lainnya, dapatditemukan di berbagai wilayah tanah air. Jiwa merantau dan desakan ekonomilahyang mengakibatkan orang Madura terdapat di berbagai wilayah tanah air. Tidakterlalu banyak suku bangsa Indonesia yang memiliki jiwa merantau. Suku bangsaMinangkabau, suku bangsa Batak, termasuk suku bangsa Jawa khususnya orangWonogiri dan Gunung Kidul adalah contoh suku bangsa lain yang mempunyaijiwa merantau. Pada umumnya alasan desakan ekonomi dan faktor kelangkaansumber daya alam, yang mendorong orang-orang dari berbagai suku bangsa iniharus tinggal di pula, dorongan orang Madura meninggalkan kampunghalamannya karena keinginan untuk memperbaiki kehidupan sosial ekonominya,mengingat sumber daya alamnya sangat minim. Di perantauan orang Maduralebih banyak bekerja di sektor swasta dan jasa. Dibandingakan suku bangsalainnya, masih sedikit orang Madura yang berhasil menduduki pimpinan di levelnasional. Kurang berhasilnya orang Madura menjadi pimpinan di level nasionallebih disebabkan terbatasnya aset yang dimiliki daerah sumber daya ekonomiyang kurang dan jaringan infra strukturnya yang masih terbatas dan kesempatanyang terbatas untuk mengakses kekuasaan, sehingga orang Madura kalah bersaingdengan suku bangsa orang Madura termasuk kategori suku bangsa Jawa juga,meskipun agak berbeda dengan suku bangsa Jawa lainnya. Logat daerah menjadiciri khas orang Madura yang mudah dikenali oleh suku bangsa lainnya. OrangMadura juga tidak mengenal penggunaan tingkatan bahasa sebagaimana yangdipakai oleh suku bangsa Jawa, khususnya Yogyakarta dan Surakarta. Aspekpenggunaan bahasa inilah yang digunakan secara mudah oleh para ahli Antropologi sebagai indikator untuk menentukan kharakteristik khas dan uniksuatu suku bangsa tertentu. Budaya priyayi juga tidak dikenal oleh orangMadura, sebab pada masa lampau di wilayah Madura tidak banyak berkembangkerajaan-kerajaan seperti di kedua pusat budaya Jawa tersebut di atas. Di wilayahMadura, hanya Sumenep yang pernah berkembang kerajaan meskipun hanyabersifat local. Meskipun jiwa merantau orang Madura sangat tinggi, namun di sisi lainkehadiran orang Madura di negeri orang menimbulkan problem sosial, ketikaorang Madura harus berhubungan dengan penduduk setempat atau dengan sukubangsa lain. Bahkan dalam beberapa kasus hubungan sosial itu sampaimenimbulkan konflik tragis, antara orang-orang Madura di Sambas, di Sampit,serta di beberapa tempat di Jakarta dengan yang dikategorikan sebagai penduduklokal’, apakah etnik Betawi, etnik Sunda, atau etnik lainnya. Dari berbagai kasuskonflik antar orang Madura dengan penduduk lokal, dari satu sisi mengukuhkanstereotip tentang orang-orang Madura sebagai orang yang keras, temeramental,tetapi gigih, tekun, dan alim; dan di sisi lain menyimpan banyak kegalauan’ bagiorang-orang bukan pemaparan diatas, inilah yang mendorong penyusun untukmenyusun makalah ini. Bagaimana karakteristik orang Madura ? Sejauh manakehidupan orang Madura di perantauan, khususnya dalam hal hubungan sosialdengan penduduk setempat ? Dalam makalah ini diberikan contoh budayaMadura dengan banyak membandingkan budaya Jawa, sebab kedua budayatersebut termasuk serumpun. Dengan ditulisnya makalah ini diharapkan agar parapembaca memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebudayaan orangMadura, baik dari perspektif orang luar maupun dari orang Madura sendiri. Rumusan MasalahRumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut1. Bagaimana karakteristik dasar masyarakat Madura?2. Bagaimana sistem sosial masyarakat Madura dengan masyarakat setempatpenduduk sekitar?3. Bagaimana sistem perekonomi masyarakat Madura?4. Bagaimana sistem kekerabatan masyarakat Madura? Tujuan PenelitianAdapun tujuan penyusunan makalah ini adalah 1. Untuk mengetahui karakteristik masyarakat Untuk memahami sistem sosial masyarakat Madura dengan masyarakatsetempat penduduk sekitar .3. Untuk mengetahui sistem perekonomi masyarakat Untuk mengetahui dan memahami tentang sistem kekerabatan Manfaat PenelitianAdapun tujuan penyusunan makalah ini adalah 1. Secara Akademis, penelitian ini diharapkan memberi kontribusi ilmiahpada kajian tentang studi masyarakat Secara Praktis, penelitian ini diharapkan memberi manfaat melalui analisisyang dipaparkan, serta sebagai sarana penambah wawasan tentangmasyarakat Madura bukan hanya bagi penulis melainkan juga bagimasyarakat IIPEMBAHASAN Karakteristik dasar Masyarakat MaduraBeberapa karakter dasar orang Madura adalah sebagai berikut. Pertama,ejhin secara harfiah berarti sendiri-sendiri merupakan pembawaan dasar orangMadura yang cenderung bersifat individualistis walaupun tidak tersebut sangat menekankan pada rasa ketidaktergantungan dirinyapada orang lain. Peribahasa Madura yang menggambarkan pembawaan ejhinadalah satendhak sapeccak secara harfiah berarti selangkah sekaki. Peribahasatersebut dimaksudkan untuk menyatakan kedekatan dan kejauhan nisbi ukuranikatan kekeluargaan. Jarak antara diri seseorang dengan sepupu satendhak dansaudara kandung sapeccak hampir tidak ada bedanya. Keduanya sama-samadekat sekaligus sama-sama jauh. Ketidak pedulian dan rasaketaktergantungannya yang ekstrem pada anggota sanak keluarga adakalanyadinyatakan dengan peribahasa ta’ abau sendu’ ta’ abau centong secara harfiahberarti tidak berbau senduk tidak berbau centong untuk menunjukkan takberartinya hubungan darah yang ada. Di samping itu juga ada peribahasa lainyang menunjukkan hal yang sama, yaitu oreng dhaddhi taretan, taretandhaddhi oreng secara harfiah orang lain jadi saudara, saudara jadi orang lain.Peribahasa tersebut menunjukkan bahwa sanak keluarga bisa juga menjadi“orang luar” sama sekali, apabila terhinggapi perasaan aba’ saaba’ hanyadirinya sendiri sehingga ia akan bersikap odi’ kadhibi’ bersikapindividualistis yang berimplikasi pada sikap tidak perlu memikirkan oranglain. Orang seperti itu akan dikatakan martabbat oreng elanyo’ ba’a sepertiorang terhanyut banjir, sebab ia akan mencari keselamatan dan alur hidupnyasecara prinsipnya pembawaan ejhin ini secara umum akan membentukkarakter orang Madura yang bisa bersikap toleran menghadapi lingkungannyasepanjang hal tersebut tidak mengganggu kepentingan dirinya, baik langsungmaupun tidak langsung. Karakter ini boleh jadi merupakan implikasi langsungdari keadaan geografis tanah Madura yang gersang, sehingga setiap orang Madura berpantang berpangku tangan untuk menyerah pada keadaan yangtidak bersahabat pada hidupnya. Setiap orang Madura dituntut untuk bekerjakeras agar tetap survive tanpa banyak mengeluh dan menggantungkanhidupnya pada orang lain. Pada saat orang Madura berhasil mengatasikesulitan hidupnya, tidak bisa dipungkiri secara psikologis orang Maduraakan beranggapan bahwa itu adalah hasil usaha kerja kerasnya. Ketidaktergantungan pada orang lain dan sikap mandiri secara terus menerus untuksurvive dalam waktu yang relatif lama dengan sendirinya akan membentukkarakter ejhin pada orang lain karakter ejhin tersebut adalah orang Madura memilikipotensi bersikap dan berpendirian bebas tanpa tergantung atau terpengaruhpada lingkungan sekitarnya. Di samping itu orang Madura juga berpotensimemiliki sikap yang teguh tak tergoyahkan pada pilihannya sendiri yangberakar dari sikap mandiri dan tidak tergantung dari orang lain. Sikap ini akanberubah dengan segera manakala ditemukan ada kecenderungan merugikandirinya baik langsung maupun tidak langsung. Orang Madura akan bersikaptoleran, bersahabat jika kepentingan dirinya tidak terusik, dan akan terjadisebaliknya manakala kepentingannya mulai diusik oleh seseorang atausekelompok orang. Apabila hal ini yang terjadi maka orang Madura akanberingsut untuk mulai mengubah sikap teguhnya menjadi sikap-sikap yanglain demi keselamatan kepentingan kaku dan kasar gherra. Karakter orang Madura yang keduaini seperti perumpamaan akanta sa’ar gherrana seperti ijuk arenkekakuannya. Perumpamaan tersebut diduga muncul dari pengamatan orang-orang tua Madura tempo dulu saat lidahnya merasakan kekasaran potonganijuk yang mengotori penganan yang terbuat dari tepung sagu aren yang halusdan lembut. Ibarat ini tepat sekali untuk diterapkan pada seseorang yangdalam bergaul tidak lentur sikapnya, tidak halus perilakunya dan tidak lemahlembut tutur katanya. Oleh karenanya ketika orang Madura berhasil meraihkesuksesan dengan kerja kerasnya dalam mengatasi tantangan alam secaratidak mudah, kemudian secara pelan-pelan akan dihinggapi rasa ketakutan hilangnya kesuksesan tersebut. Perasaan tersebut membuat orang Maduraselalu curiga dan tidak percaya pada orang lain, sehingga segala hal yang telahberhasil diraihnya secara gemilang akan dibelanya secara kaku, bahkannyawapun dipertaruhkan. Perilaku seperti inilah yang kemudian oleh orangluar dinilai kaku dan kasar tetapi memang pembawaan kaku dan kasar tersebutsangat sulit dihilangkan, walaupun yang bersangkutan termasuk kaku dan kasar dalam diri orang Madura berpotensimemunculkan sikap dan perilaku apa adanya yang betul-betul merupakanpengejawantahan isi hatinya. Orang Madura akan bersikap, berkata danberperilaku sesuai dengan apa yang dirasakan dalam hatinya, walaupunterkadang terkesan kurang mempedulikan perasaan orang lain. Di situlahkemudian orang luar Madura melihat dan merasakan sikap dan perilaku yangkaku dan kasar. Sikap, perkataan dan perilaku “apa adanya” juga berpotensimemunculkan sikap negatif berupa konflik. Konflik tersebut bisadimungkinkan terjadi karena adanya pembawaan orang Madura berupa sikap,perkataan dan perilaku kaku dan kasar, seperti yang telah dipaparkan di pembawaan kaku dan kasar tersebut masih ditambah lagipembawaan yang lain, seperti ejhin dan pemberani bangal addhu ada’ jikadirinya berada dalam posisi yang kukuh koko. Keteguhan orang Madura dalam memegangkeyakinan, pendirian, kecondongan hati, pendapat dan juga perkataannyatidak pernah terlepas dari pengamatan orang luar. Pembawaan selalu kokokukuh, teguh dalam bersikap ini selalu muncul terutama dalam keadaansuasana lingkungan yang serba tertib, saat hukum dan peraturan sertaperundangundangan yang berlaku tertegakkan secara mapan. Sejalan denganitu, orang Madura sangat menghormati dan menyenangi orang yang kokooca’na teguh kata-katanya karena akan ekenneng talee cacana dapat diikatperkataannya, dengan kata lain dapat dipercaya kata-katanya. Oleh karena ituorang tidak perlu lagi acaca dukale berkata dua kali sebab kesimpulan pembicaraannya tidak akan berubah. Perkataan itu hendaklah bukan sesuatuyang diucapkan oleh seseorang yang acaca duwa’ “bercabang lidahnya”,tetapi merupakan kata-kata seorang ksatria, agar dapat dipercaya kaitannya dengan sifat seseorang yang harus bisa etegghu’ jhanjhina dapatdipegang janjinya.Pembawaan kukuh yang disandang orang Madura tersebut dalamperspektif yang lebih luas berpotensi mengantarkan orang Madura untukselalu loyal pada pekerjaan, setia pada atasan atau juga patuh pada sistem danpranata yang ada. Kepatuh-taatan orang Madura, seperti pako ngenneng kakaju paku menancap di sebatang kayu. Akan tetapi, ada satu hal yang tidakboleh dilupakan, yaitu pimpinan kelompok yang mampu menyihir danmengomando anggota kelompoknya. Dalam masyarakat Madura pimpinankelompok biasanya dipegang oleh para kyai, para kepala desa klebun danpara blater pimpinan kelompok di dunia hitam.Orang Madura yang berada dalam posisi sebagai anggota dalam suatukelompok tertentu akan memberikan sikap loyal yang luar biasa padakelompoknya masing-masing manakala ada “jaminan” baik bersifatekonomis, psikologis maupun “religius” dari para pimpinannya. Jaminanekonomis mengarah pada proses terciptanya suasana kehidupan yangberaroma kemakmuran, sedangkan jaminan psikologis lebih mengarah padaikatan “kekeluargaan” dalam satu kelompok dengan visi dan misi yang sama,senasib dan seperjuangan. Pada aspek “religius” sebenarnya memilikipengertian adanya spirit yang sama untuk memperjuangkan, memajukan danmengembangkan kelompoknya demi keuntungan bersama. Hal-hal sepertiitulah yang mampu melahirkan sikap, perkataan dan perilaku orang Madurauntuk selalu loyal pada pekerjaan, keyakinan dan atasannya. Keempat, saduhuna apa adanya. Lingkungan sekitar, sumber dayaalam, produk seni budaya, kosakata bahasa, harta benda, dan segala sesuatuyang mengelilingi keseharian orang Madura dapat dikatakan serbakekurangan dan miskin variasi. Dengan pembawaan saduhuna inilah orangMadura tidak takut addhu terrang bersikap jujur, dan selalu berkata seadanya untuk menyampaikan segala sesuatu tanpa peduli siapa pun yangberada di hadapannya. Orang Madura juga sangat yakin bahwa oreng jhujhurmate ngonjhur orang jujur mati di tempat tidur dengan sempurna. Orangyang jujur amat dipercaya paling mujur dan sangat berbahagia saduhuna ini berpotensi menciptakan situasi lingkungandimana orang Madura hidup dengan kejujuran dalam bersikap, berkata-katadan berperilaku. Potensi saduhuna ini menyebabkan orang Madura dalam halsikap, perkataan, dan perilakunya tidak berbasa-basi dalam merespons setiapfenomena kehidupan yang tidak disenangi atau sesuatu yang diyakini. Sistem Sosial Masyarakat Madura Seringkali gambaran tentang masyarakat madura yang diberikan olehorang luar bernuansa atau bersifat sangat negatif. Masyarakat etnis lain selalumenggambarkan masyarakat madura sebagai kelompok orang-orang yangkeras, kasar, temprament, mudah tersinggung, dan tidak toleran terhadaporang yang sebenarnya dapat dikatakan identik dengan islam,meskipun tidak semua penduduk memeluk agama islam. Meskipun tidaksemua penduduknya memeluk agama islam, tetapi citra “masyarakat santri”menjadi bagian dari identitas etnis madura. Menjadi haji misalnya, merupakanimpian setiap orang madura, dan mereka akan berusaha keras untukmewujudkannya. Seolah-olah “kesempurnaan hidup” telah dapat dilampauijika bisa mengunjungi tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah “masyarakat santri” juga ditujukkan dalam segi bangunanfisik. Hampir setiap rumah orang madura, di ujung barat halaman, pastidibangun langgar atau musholla sebagai tempat keluarga melakukan lokasi bangunan ibadah yang berada di ujung barat halaman inidimaksudkan sebagai simbolisasi lokasi Ka’bah yang merupakan kiblat bagiorang islam ketika melakukan sholat. Tidaklah mengherankan jikakeseluruhan bangunan hidup dan kehidupan masyarakatnya tidak dapatdilepaskan dari kultur keagamaannya yang teramat khas tersebut. Sehingga kalau diamati tentang aktivitas orang Madura, khususnya dalam keagamaan,terlihat berbeda dari kacamata umum yang memandang orang Madura satu tradisi yang amat penting bagi masyarakat madura adalahandhap-ashor kesopanan yang harus dijunjung tinggi. Karena bagi orangmadura kesopanan adalah nilai-nilai dalam kehidupan. Pentingnya nilaikesopanan ini nampak dari ungkapan ta’tao batona langger atau ta’taopadhuna langger tidak pernah mengenyam sekolah atau pendidikan agama.Maksudnya, orang tersebut belum pernah masuk langgar dan mangaji ataubelum pernah mondok di pesantren, sehingga tidak tahu tatakrama ini untuk orang yang tidak tahu atau melanggar lain yang memberikan nasehat dan ajaran tentang keharusanbersopan-santun adalah pa taoh a lakoh la konah la koneh, pa taohnengenneng, ben pa taoh a ca ca harus tahu saatnya berperilaku, harus tahudimana tempatnya, dan harus tahu berbicara. Pentingnya seseorangberperilaku yang baik nampak dalam ucapan yang sering dinasehatkan orangmadura kepada anaknya, oreng begus ariya benni e nilai deri gentheng otaberaddhin robena, tape deri tatakrmana otabe tengkalakona. Sanajjen begusropana tape tatakramana jube’, tade’ argena. orang baik itu buka dinilai darirupa yang ganteng atau cantik, tetapi dilihat dari tingkahlakunya. Meskipunorang itu rupawan tetapi tidak punya tatakraman kesopanan, orang itu tidakada harga dirinya. Hal ini bermakna bahwa orang madura harus selalu tahuaturan, nilai, dan tatakrama dalam setiap tindakan atau perilaku. Selain itu,setiap kewajiban harus dilaksanakan dengan mendasarkan pada aturan-aturantatakrama yang utama dari nilai-nilai kesopanan adalah penghormatan orangmadura kepada orang lain, terutama yang lebih tua. Nilai-nilai kesopanan inimengatur hubungan antargenerasi, jenis kelamin, pangkat, dan posisi sosialmasyarakat madura sangat mengutamakan penghormatan dan pengahargaan,apalagi kepada yang lebih tua atau yang mempunyai kedudukan sosial yang lebih tinggi, sehingga menjadikan nilai-nilai kesopanan menjadi sangatpenting sekali dalam kehidupan tentang agama bagi masyarakat madura adalah identikdengan islam. Islam sangat meresap dan mewarnai pada pola kehidupanmasyarakat. Islam merupakan hal suci yang harus dibela dan pentingnya nilai-nilai agama terungkap dari ajaran abental syahedet,asapo’ angin, apajung Allah. Artinya, masyarakat madura sangat madura tergolong pemeluk islam yang taat. Demikian lekatnyaislam pada masyarakat madura, sehingga akan terdengar aneh apabila adaorang madura yang tidak beragama keagamaan yang seringkali digunakan adalah kiyai. Itulahyang menyebabkan lapisan atas pada strtifikasi sosial ditempati oleh parakiyai. Mereka bukan hanya sebagai pemuka agama namun juga sebagaipemimpin masyarakat. Para kiyai dipandang memiliki kendali legitimasi danotoritas kharismatis, sehingga buah pikirannya mudah sekali untuk yang disandang para kiyai adalah bersifat polymorpie atauberpengaruh penting dalam beberapa bidang sekaligus. Bukan hanya dalambidang keagamaan, melainkan juga dalam kegiatan sosial, bahkan juga yang diberikan masyarakat kepada kiyai sangat besar dianggap sebagai personifikasi yang luas pengetahuannya tentang agamaislam, pembangkit inspirasi dan aspirasi, pembentuk kebijakan yang arif,bahkan dituntut kesanggupannya menjadi seorang politikus yang cerdik. Ciridasar kehidupan sosial budaya tersebut merupakan ciri orang dan masyarakatmadura secara keseluruhan, tak terkecuali orang atau masyarakat etnis madurayang di rantau atauoun yang bertempat tinggal di luar pulau Sistem Ekonomi Masyarakat MaduraSuku Madura merupakan salah satu daerah miskin yang ada di JawaTimur, sehingga kesempatan ekonomi masyarakat Madura sangatlah itulah yang membuat masyarakat Madura dijuluki sebagai masyarakatyang penduduknya banyak merantau, hal itu dikarenakan keadaan wilayahnyayang tidak cukup baik. Tidak jauh bedanya dengan jawa, masyarakat madura yang masihtinggal di tanah kelahiran madura banyak yang menyandarkan kehidupanekonominya dengan mempertahankan tradisi nenek moyang yaitu padapertanian, berkebun, nelayan, berdagang, dan mengangkap ikan. Namun kondisi geografis dan topografis hidraulis dan lahan pertaniantadah hujan yang cenderung tandus sehingga mereka lebih banyak melautsebagai mata pencaharian utamanya. Madura juga dikenal sebagai negerigaram, karena Madura merupakan pemasok, penghasil, dan pengekspor garamterbesar. Selain itu walaupun kondisi tanah Madura tidaklah sesubur di tanahJawa lainnya, namun kondisi tanah tersebut sangat membantumembudidayakan tanaman tembakau dan itu menjadikan Madura sebagaiprodusen penting tembakau dan cengkeh untuk industry kretek domestik yangadaMasyarakat madura pendidikan umumnya masih terbilang rendah olehkarenanya mereka mencoba mengadu nasib pada bidang pekerjaan informalkhususnya perdagangan dan jasa. Masyarakat yang tidak tertampung untukmendapat kerja serta didorong oleh motivasi lain kemudian imigrasi ke luarpulau atau merantau. Itulah sebabnya tingkat mobilitas orang-orang maduracukup tinggi. Mencari alternatif pekerjaan di luar pulau madura banyakdilakukan oleh masyarakat setempat. Masyarakat tidak hanya pergi ke pulaujawa, sumatera, kalinmantan, sulawesi, papua, melainkan juga menjadi TKIdan TKW di luar negeri. Dengan harapan dan tujuan untuk memperbaikitingkat pendapatan atau penghasilan. Arab saudi menjadi pilihan utama,karena negara itu dipilih sebab selain mendapatkan uang, mereka juga bisamelaksanakan Sistem Kekerabatan Masyarakat MaduraIkatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melaluiketurunan-keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis keturunan ayahmaupun garis ibu paternal and maternal pada umumnya ikatankekerabatan antar sesama anggota keluarga lebih erat dari garis keturunan ayah sehingga cenderung “mendominasi”. Penyebutan untuk masing-masingindividu dari suatu ikatan keluarga berbeda antara satu genetasi dengangenerasi yang ada sistem kekerabatan masyarakat Madura dikenal tiga kategorisanak keluarga kin’s men, yaitu taretan dalem kerabat inti atau core kin,taretan semma’ kerabat dekat atau close kin dan taretan jhau kerabat jauhatau perpheral kin. Diluar tiga kategori ini disebut oreng lowar orang luaratau “bukan saudara”. Dalam kenyataan, meskipun seseoranag sudahdianggap sebagai oreng lowar, bisa jadi hubungan persaudaraan lebih akrabdari keluarga inti, dekat atau jauh, misalnya karena ada ikatan perkawinanatau kin antar sesama kerabat dijaga agar tetap kuat, biasanyadilakukan dengan aktivitas-aktivitas sosial, seperti saling mengunjungi baikdalam suasana suka pertunangan, pernikahan maupun duka sakit, kematiandan terkena musibah. Bahkan untuk menjaga kekerabatan dan menjalinkembali ikatan kekerabatan yang dianggap telah mulai longgar atau hamperputus karena proses perjalanan waktu, orang Madura mempunyai kebiasaanmelakukan pernikahan antar anggota keluarga kin group endogamy.Kebiasaan yang sampai saat ini masih tetap dipertahankan tampaknya telahberlangsung sejak zaman kerajaan, yaitu sekitar abad ke-13. KebudayaanMadura mengenal juga pernikahan yang harus dihindari, yaitu antara anakdari ssaudara laki-laki sekandung sepupu yang disebut arompak balli atautempor balli. Menurut kepercayaan masyarakat Madura, jika pernikahan tersebutdilangsungkan maka akan membawa malapetaka bagi yang antar anggota keluarga yang diyakini tidak membawa malapetakaatau justru dapat tetap memelihara, mempertahankan, dan melestarikanhubungan-hubungan keakraban oleh orang Madura disebyt mapolong tolangmengumpulkan tulang yang bercerai-berai. Bagi keluarga kaya, pernikahanini biasanya terselip maksud yang bersifat ekonomi. Artinya, pernikahan antar anggota keluarga dimaksudkan untuk menjaga agar harta kekayaan yangdimiliki tidak jatuh kepada orang lain oreng lowar. [CITATION Hsa \l1033 ]. BAB SimpulanOrang Madura, sebagaimana suku bangsa Indonesia lainnya, dapatditemukan di berbagai wilayah tanah air. Pada umumnya alasan desakanekonomi dan faktor kelangkaan sumber daya alam, yang mendorong orang-orang dari berbagai suku bangsa ini harus tinggal di rantau. Sesungguhnyaorang Madura termasuk kategori suku bangsa Jawa juga, meskipun agakberbeda dengan suku bangsa Jawa lainnya. Beberapa karakter dasar orangMadura adalah ejhin secara harfiah berarti sendiri-sendiri, kaku dan kasargherra, kukuh koko, dan saduhuna apa adanya. Salah satu tradisi yangamat penting bagi masyarakat madura adalah andhap-ashor kesopanan yangharus dijunjung tinggi. Simbol keagamaan yang seringkali digunakan adalahkiyai. Itulah yang menyebabkan lapisan atas pada strtifikasi sosial ditempatioleh para kiyai. Suku Madura merupakan salah satu daerah miskin yang ada diJawa Timur, Pendidikan masyarakat madura umumnya masih terbilang sistem kekerabatan masyarakat Madura dikenal tiga kategori sanakkeluarga kin’s men, yaitu taretan dalem kerabat inti atau core kin, taretansemma’ kerabat dekat atau close kin dan taretan jhau kerabat jauh atauperpheral kin. Diluar tiga kategori ini disebut oreng lowar orang luar atau“bukan saudara”. SaranDengan adanya makalah ini, penulis berharap agar penulis danmasyarakat lain yang membaca makalah ini dapat mempelajari dan memahamitentang sistem kemasyarakatan yang ada pada masyarakat Madura. DAFTAR PUSTAKAH. Cahyono. 2019. Model mediasi Penal Dalam Penanggulangan KonflikKekerasan Carok Masyarakat Madura Berdasarkan Local A. Rifai. 2007. Manusia Madura pembawaan, perilaku, etos kerja,penampilan, dan pandangan hidupnya seperti dicitrakan bahasanya. JakartaPilar Syamsuddin. 2015, September 13. Agama, Migrasi dan Orang from http// Totok. 2012. Orang Madura Suatu Tinjauan Antropologis. JurnalHumanus Universitas Negeri Semarang Vol. XI Th. 2012Hidayat, Ainurrahman. 2009. Karakter Orang Madura Dan Falsafah Politik KASRSA STAIN PamekasanElly Touwen-Bouwsa. 1989. Kekerasa di Masyarakat Madura. dala Huub de Jogeed, Agama, Kebudayaan, dan Ekonomi Studi-Studi Interdisipliner TentangMasyarakat Madura, Jakarta Rajawali Pers, 1989, Sulaiman. 2010. Kearifan Lokal Madura. Malang Diknas Jatim ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.

makalah tentang konflik sosial masyarakat pertanian